Minggu, 17 Januari 2021

 

TUGAS UAS

BIROKRASI DALAM PELAYANAN PUBLIK

(STUDI KASUS : PADA PELAYANAN TRANSJAKARTA) DI KOTA JAKARTA

 

 




OLEH :

ANGGI APRILIAN C. PUTRI

NIM : 202020100060

 

PROGRAM STUDI S-1 ADMINISTRASI PUBLIK

FAKULTAS BISNIS, HUKUM DAN ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO







KATA PENGANTAR

 

            Alhamdulillah puji syukur Saya panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-NYA Saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan judul “BIROKRASI DALAM PELAYANAN PUBLIK STUDI KASUS PADA PELAYANAN TRANSJAKARTA” dengan tepat waktu. Dengan Saya harapkan kiranya makalah yang telah Saya selesaikan dapat bermanfaat bagi para pembaca atau pihak lain yang membutuhkan informasi dalam makalah ini.

            Dalam penulisan makalah ini, Saya menyadari sepenuhnya adanya kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun Saya harapkan dari para pembaca agar dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan demi kesempurnaan makalah ini.

            Akhir kata, Saya mohon maaf atas kekurangannya dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

 

                                                                                                Sidoarjo, 14 Januari 2021

 

 

                                                                                                Penyusun

 

 

 

 

 


KATA PENGANTAR.............................................................................................. 2

DAFTAR ISI............................................................................................................. 3

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 4

1.1  LATAR BELAKANG........................................................................................ 4

1.2  RUMUSAN MASALAH.................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................... 5

2.1 DEFINISI TRANSPORTASI PUBLIK............................................................. 5
2.2 SEJARAH PT. TRANSPORTASI JAKARTA.................................................. 6
2.3 KUALITAS DAN TINGKAT PELAYANAN TRANSJAKARTA................. 6         
2.4 KECEPATAN PERJALANAN DAN WAKTU TUNGGU TRANSJAKARTA                     7
2.5 PENGUMPULAN TARIF DAN TEKNOLOGI TICKETING........................ 8

BAB III PENUTUP.................................................................................................. 10

3.1 KESIMPULAN................................................................................................... 10
3.2 SARAN............................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 11

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Transjakarta merupakan salah satu alat transportasi di Jakarta yang beroprasi sejak tahun 2004 yang dirancang sebagai moda transportasi untuk mengangkut calon penumpang dengan fasilitas yang cepat, nyaman dan murah.  Pada awal kelahirannya, Transjakarta hadir untuk memperbaiki wajah transportasi publik Ibu Kota yang sudah teramat usang

Secara tidak langsung dengan hadirnya Transjakarta dapat mengurangi kemacetan dengan berubahnya pilihan penumpang dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Angkutan umum merupakan salah satu cara mengurangi pencemaran udara akibat kendaraan bermotor. Jika masyarakat menggunakan angkutan umum, tentu jumlah kendaraan pribadi akan berkurang dijalan sehingga polusi udara akibat kendaraan bermotor juga dapat berkurang.

Transjakarta dioprasikan oleh PT. Transportasi jakarta. Berdasarkan data jumlah penumpang Transjakarta dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, jumlah penumpang meningkat setiap tahunnya. Jumlah rata-rata harian pengguna Transjakarta diprediksi sekitar 350.000 orang. Berdasarkan data jumlah penumpang Transjakarta dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, jumlah penumpang meningkat setiap tahunnya.

Transjakarta memiliki sistem BRT terpanjang didunia (230,9 km) pada tahun 2017 dengan 13 koridor utama dan 10 rute lintas koridor. Tiga koridor lagi dijadwalkan dimulai pada tahun 2014 atau 2015 dan sebagian akan meningkat sedangkan koridor yang berada pada tingkat dasar. Selain itu, terdapat 18 rute “feeder” yang melayani diluar koridor busway eksklusif untuk melayani kota-kota satelit di Jabodetabek. Jumlah bus Transjakarta juga meningkat drastis, dari 605 bus pada 2015 menjadi 4.300 pada 2020.

1.2  Rumusan Masalah

 

1.      Apa pengertian transportasi publik?

2.      Bagaimana sejarah PT. Transportasi Jakarta?

3.      Bagaimana kualitas dan tingkat pelayanan Transjakarta?

4.      Bagaimana cara mengetahui kecepatan perjalanan dan waktu tunggu Transjakarta?







BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Definisi Transportasi Publik

Transportasi adalah perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia/mesin dengan tujuan memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. “Transportasi” merupakan sebuah kata yang sudah tak lazim diketahui oleh seluruh manusia dimuka bumi ini. Semua orang dengan berbagai latar belakang pendidikan, ekonomi, sosial, politik, umur, siapapun tanpa terkecuali, sudah pernah menggunakan transportasi, sampai sekarang masih membutuhkannya dan dimasa yang akan datang pun akan tetap membutuhkan transportasi.

Definisi transportasi menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut :

1.      Menurut Morlok (1978), transportasi didefinisikan sebagai kegiatan memindahkan atau mengangkut sesuatu dari suatu tempat ketempat kain.

2.      Menurut Bowersox (1981), trasportasi adalah perpindahan barang atau penumpang dari suatu tempat ke tempat lain, dimana produk dipindahkan ke tempat tujuan dibutuhkan. Dan secara umum transportasi adalah suatu kegiatan memindahkan sesuatu (barang) dari suatu tempat ketempat lain, baik dengan atau tanpa sarana.

3.      Menurut Steenbrink (1974), transportasi adalah perpindahan orang atau barang dengan menggunakan alat atau kendaraan dari dan ke tempat-tempat yang terpisah secara geografis.

4.      Menurut Papacostas (1987), transportasi didefinisikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari fasilitas tertentu beserta arus dan sistem control yang memungkinkan orang atau barang dapat berpindah dari suatu tempat ke tempat lain secara efisien dalam setiap watu untuk mendukung aktivitas manusia.

Transportasi publik mempunyai jalur dan rute yang sudah ditentukan, harga yang tetap, dan memiliki halte tertentu. Umumnya transportasi publik juga memiliki jadwal yang sudah ditentukan. Sektor transportasi publik harus mampu memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat dalam segala kegiatan di semua lokasi yang berbeda dan tersebar dengan karakter fisik yang berbeda pula. Dengan adanya angkutan umum yang aman, cepat dan murah, selain mencerminkan keteraturan kota, juga mencerminkan kelancaran kegiatan perekonomian kota.

2.2 Sejarah PT.Transportasi Jakarta

            PT. Transportasi Jakarta adalah penyedia Bus Rapid Transit (BRT) utama di DKI Jakarta yang hingga sekarang melayani total 79 rute di Jakarta dan sekitarnya. Kualitas organisasinya yaitu dengan peningkatan pelayanan yang disediakan untuk 411.494 pengguna Transjakarta setiap harinya.

PT. Transportasi Jakarta awalnya bernama Badan Layanan Umum (BLU) Tranjakarta dan Unit Pengelola Transjakarta Busway (UPTB). Lembaga ini dibentuk pada tahun 2003 berdasarkan SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 110/2003 tentang Pembentukan BP Transjakarta. Pada tahun 2006 namanya kemudian diganti menjadi BLU Transjakarta berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 48 tahun 2006, kemudian menjadi Unit Pengelola. UPTB bernaung di bawah Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. Lembaga ini dibubarkan pada akhir tahun 2003 dan dogantikan oleh PT Transportasi Jakarta yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang resmi didirikan pada 27 Maret 2014.

PT. Transportasi Jakarta memiliki kewenangan atas operasional seluruh koridor dan area kerja Tranjakarta serta melakukan pengawasan dan koordinasi dengan operator koridor, penyedia armada bus, dan pengelola pool SPBG.

2.3  Kualitas dan Tingkat Pelayanan Transjakarta

Kualitas atau tingkat pelayanan merupakan suatu ukuran kualitatif yang menjelaskan kondisi-kondisi operasional di dalam suatu aliran lalu lintas dan persepsi dari pengemudi dan atau penumpang terhadap kondisi-kondisi tersebut. Aspek-aspek yang berkaitan dengan kualitas pelayanan dijelaskan sebagai berikut :

a.       Waktu tunggu. Lamanya waktu yang dibutuhkan seorang calon penumpang untuk mendapatkan kendaraan. Waktu tunggu diperoleh berdasarkan headway, yaitu selang waktu antara kendaraan dengan kendaraan yang berurutan di belakangnya pada satu rute yang sama.

b.      Aksesibilitas. Jarak yang ditempuh oleh pengguna transportasi umum dari tempat asal pejalanan sampai ke temp  at henti terdekat untuk mendapatkan transportasi umum. Aksesibilitas merupakan suatu indikasi yang dapat memberikan petunjuk sejauh mana kemudahan penumpang dalam mencapai tempat pemberhentian menuju ke tempat tujuan.

c.       Kepadatan penumpang. Kepadatan penumpang berkaitan dengan kapasitas kendaraan dan faktor muatnya (load factor).

d.      Total waktu perjalanan. Total waktu perjalanan adalah waktu yang dibutuhkan penumpang dari saat berjalan kaki sampai ke halte/aksesibilitas, menggunakan kendaraan di halte dan waktu tempuh dalam kendaraan.

Berdasarkan Standar Prosedur Operasi dan Pelayanan Transjakarta Busway  bahwa dalam pelaksanaan operasional Transjakarta Busway harus memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya setingkat dengan Standar Internasional kepada pengguna jasa agar seluruh pengguna jasa dapat terlayani dengan baik. Berikut adalah Konsep Tingkat Pelayanan Angkutan Umum bertaraf Internasional :

Konsep Tingkat Pelayanan Angkutan Umum (Transportation Research Board, USA) :

 

Tingkat Pelayanan

Waktu Tunggu (menit)

Headway (menit)

Kepadatan Penumpang

A

-

<2

Tempat duduk terpisah dengan sandaran yang tinggi

B

<5

2-4

Tempat duduk sejajar membujur per penumpang minimum 0,46 m2/pnp

C

5-10

5-9

Tempat duduk sejajar membujur per penumpang minimum 0,46 m2/pnp

D

>10

10-14

Tempat duduk 0,28-0,46 m2/pnp atau faktor muat 100-110%

E

 

15-20

Faktor muat 111-125%

F

 

>20

Faktor muat >125

 

2.4  Kecepatan Perjalanan dan Waktu Tunggu Transjakarta

Kecepetan perjalanan dan waktu tempuh adalah indikator utama yang dijadikan penilaian pada kinerja operasional Trasjakarta karena merupakan indikator yang menunjukkan performansi bus dalam memberikan tingkat pelayanan Transjakarta kepada pengguna jasa.

Waktu tempuh diperoleh dari hasil survey on bus, yang dapat digunakan untuk menghitung kecepatan perjalanan bus pada koridor. Semakin pendek waktu tempuh bus melintas pada koridor satu, berarti bus mampu mengalirkan penumpang dengan kecepatan yang tinggi dan sebaliknya semakin panjang waktu tempuh, menunjukkan bahwa tingkat pelayanannya rendah. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya hambatan yang memperngaruhi laju kendaraan.

Kegiatan yang merupakan perbandingan antara jarak dan waktu tempuh pada koridor penelitian akan tergantung oleh gangguan yang berada pada sekitar ruas jalan, semakin tinggi gangguan yang terjadi maka akan membawa akibat menurunnya kecepatan perjalanan tersebut. Kecepatan dapat dihitung dengan persamaan :

 

Kecepatan Bus                      =

Jarak Lintasan

Waktu Tempuh

 

Selain kecepatan dan waktu tempuh, parameter atau indikator lain yang dapat dijadikan penilaian kinerja operasiona; Transjakarta adalah waktu tunggu. Waktu tunggu didapat dari headway yaitu perbandingan antara waktu perjalanan bolak-balik (RTT) dengan frekuensi bus per jam. Headway yang lama menyebabkan pengguna jasa enggan menunggu dan memilih kendaraan lain.

Headway didapat dari survey statis selama satu jam pada jam sibuk dan tidak sibuk. Dengan mendapatakan besaran headway dapat diketahui jumlah bus operasi selama satu jam pada jam sibuk dan tidak sibuk serta waktu tunggu penumpang untuk mendapatkan bus disepanjang koridor penelitian. Headway didapat dengan persamaan :

 

Headway     =

RTT

Frekuensi Kendaraan

 

2.5  Pengumpulan Tarif dan Teknologi Ticketing

Sistem ticketing saat ini hanya dapat melacak nomor perkiraan penumpang di setiap shelter bus, tetapi tidak ada cara untuk mengidentifikasi waktu asal/tujuan, naik/turun. Tanpa informasi ini, manajemen tidak dapat mengevaluasi kinerja sistemnya.

Pada saat ini semua penumpang harus membeli tiket untuk setiap perjalanan sering mengharuskan mereka untuk mengantri pada saat jam sibuk. Ini juga menyebabkan risiko penanganan uang tunai di konter tiket. Sistem tarif flat mudah dijalankan tetapi memberikan diskon besar untuk perjalanan lebih lama dan mengurangi potensi pendapatan dari sistem sehingga memerlukan lebih banyak dukungan keuangan.

Meningkatkan teknologi untuk pengumpulan uang tunai dan ticketing akan memungkinkan manajemen yang lebih baik dalam teknologi yang lebih canggih pada proses pengumpulan tarif sehingga memberikan manfaat yang meliputi:

Ø  Kemudahan mengelola sistem berdasarkan jarak yang menetapkan biaya tergantung pada jarak tempuh termasuk perhitungan untuk lebih dari sejumlah perjalanan terpisah. Hal ini menghilangkan pinalti biaya transfer bus.

Ø  Dapat menawarkan tarif perjalanan menerus pada berbagai moda angkutan perjalanan (bus ke kereta api).

Ø  Dapat merancang target diskon kepada penumpang dengan volume yang lebih tinggi, untuk membangun loyalitas penumpang.

Ø  Dapat menargetkan diskon dan konsesi lebih akurat untuk kelompok sasaran dan pengguna tertentu, dalam rangka mengatasi masalah keterjangkauan.

Ø  Dapat membatasi hak perjalanan gratis berdasarkan waktu, misalnya siang atau sejumlah perjalanan gratis tertentu (tidak ada diskon).

Ø  Dapat digunakan untuk memaksimalkan pendapatan sekaligus menawarkan manfaat tambahan (menambahkan nilai bukan hanya diskon).

Ø  Memberikan data perjalanan dan perilaku penumpang untuk membantu perencanaan sistem dan target layanan.

Ø  Mesin vending otomatis yang dapat digunakan untuk mengisi ulang kartu serta menggunakan vendor luar sebagai lokasi 'titik penjualan' kartu sehingga proses pengisian kartu lebih mudah dilakukan.

 

 

 


 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Ø  Pemerintah daerah khusus Ibukota Jakarta telah membangun sebuah moda transportasi angkutan massal yang berbasis jalan atau menggunakan jalur khusus atau lebih dikenal dengan sebutan busway, adapun sebutan lain adalah Bus Rapid Transit (BRT) yang sebetulnya merupakan sebuah moda transportasi yang dikenal sebagai busway tetapi berkualitas tinggi. Moda transportasi ini dibangun karena moda transportasi massal pendukung aktivitas ibu kota yang sangat padat.

3.2 Saran

1.      Meningkatkan operasional Transjakarta dengan sejumlah armada yang dibutuhkan sesuai dengan indikator headway.

2.      Menambah kapasitas transaportasi umum dan faktor muatnya.

3.      Meningkatkan waktu perjalanan dan mengurangi waktu tunggu Transjakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

(JAPTraPIS), P. f. (., . .). TUJUAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN. Diambil kembali dari LAPORAN AKHIR: Teks Utama: https://openjicareport.jica.go.jp/pdf/12079026_03.pdf

^ http://www.tempo.co/read/news/2014/06/01/083581606/ Mulai-Hari-Ini-Transjakarta-24-Jam-di-Tiga-Koridor Mulai Hari Ini Transjakarta 24 Jam di Tiga Koridor

^ http://transjakarta.co.id/tentangkami.php?page_id=1  Tentang Kami

^ http://transjakarta.co.id/penumpang.php?year=2012  Total Penumpang 2012

N. A. Sumarno, “ANALISIS KINERJA OPERASIONAL TRANSJAKARTA BUSWAYDALAM UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN (Studi Kasus : Koridor I),” april 2008. http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/logistik/article/view/11156/6947

^ Penulis staf (2 April 2016). "Ini Rute TransJakarta Gratis untuk Warga Penghuni Rusunawa". Liputan6.com. KapanLagi Youniverse. Diakses tanggal 2 April 2016

^ Liputan6 (10 April 2017). "Transjakarta Luncurkan Bus Baru Bernama Maxi, Apa Itu?"Liputan6.com. Diakses tanggal 25 Maret 2018

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGELOLAAN DANA DESA DI KOTA SIDOARJO       DOSEN PENGAMPU : HENDRA SUKMANA, S.AP., M.KP.   DISUSUN OLEH : ANGGI APRILIAN C. PUTRI (2020...