Minggu, 06 November 2022

PENGARUH KEBIJAKAN PENDUDUK DI INDONESIA
TERHADAP KETENAGAKERJAAN

 

 


 


 

 



DOSEN PENGAMPU :

HENDRA SUKMANA, S.AP., M.KP.

 

DISUSUN OLEH :

ANGGI APRILIAN C. PUTRI (202020100060)

 

PROGRAM STUDI S-1 ADMINISTRASI PUBLIK
FAKULTAS BISNIS, HUKUM DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO




BAB I
PENDAHULUAN

 

1.1   Latar Belakang

Indonesia berada di peringkat keempat sebagai Negara dengan populasi paling banyak di dunia. Pada tahun 2022, jumlah penduduk di Indonesia mencapai 275 juta jiwa. Angka ini mengalami peningkatan dari tahun 1990 yang sebesar 181 juta jiwa.

Indonesia terus mengambil beberapa kebijakan untuk mengatasi pertumbuhan penduduk yang meningkat dari tahun ke tahun. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas pendidikan. Semakin tinggi tingkat kualitas Pendidikan yang dimiliki penduduk disuatu Negara, maka kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) semakin baik pula. Pendidikan memainkan peran penting dalam memastikan Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk mendapat pekerjaan yang layak dan tepat. Hal ini tentunya akan membantu memutus lingkaran kemiskinan dan menekan angka pengangguran di Indonesia.

Peningkatan kualitas pendidikan akan membangun kesadaran banyak penduduk, bahwa laju pertumbuhan penduduk yang terus menerus dibiarkan meningkat akan berdampak negatif bagi penduduk dan lingkungan masyarakat itu sendiri. Peningkatan mutu pendidikan perlu segera dilakukan dengan memperbanyak jumlah sekolah dan guru yang berkualitas agar siswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang maksimal.

Pemerintah memainkan peran kunci dalam memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kualitas tinggi agar ketenagakerjaan di Indonesia lebih maju dan kompetitif. Namun tidak hanya pemerintah tetapi juga tenaga kerja itu sendiri harus menyadari akan pentingnya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan selalu berusaha agar lebih unggul.  

  

1.2   Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan untuk menyiapkan penduduk yang berkualitas?

2. Mengapa tingkat Sumber Daya Manusia (SDM) yang tinggi adalah kunci untuk mengembangkan tenaga kerja yang berkualitas?

3.      Bagaimana pengaruh tingkat pendidikan terhadap dunia kerja?

 

1.3   Tujuan

1.  Mengetahui serta memahami upaya dalam peningkatan kualitas pendidikan untuk menyiapkan penduduk yang berkualitas.

2.  Mengetahui serta memahami alasan mengapa tingkat Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi kunci untuk mengembangkan tenaga kerja yang berkualitas.

3.      Mengetahui serta memahami pengaruh tingkat pendidikan terhadap dunia kerja.

 

 

 

BAB II
PEMBAHASAN

 

2.1   Landasan Teori

1.      Kebijakan Penduduk :

a. H.T. Eldrige dalam Agus Dwiyanto (1995), kebijakan kependudukan merupakan keputusan legislatif, program administrasi dan berbagai usaha pemerintah lainnya yang dimaksudkan untuk merobah kecenderungan penduduk yang ada demi kepentingan kehidupan dan kesejahteraan Nasional.

2.      Ketenagakerjaan :

a.  Ritonga dan Yoga Firdaus, ketenagakerjaan adalah penduduk yang berada pada rentang usia kerja yang siap melaksanakan pekerjaan, antara lain mereka yang telah bekerja, mereka yang sedang mencari kerja, mereka yang sedang menempuh pendidikan (sekolah), dan juga mereka yang sedang mengurus rumah tangga.

3.      Kualitas Pendidikan :

a. Hari Sudrajad (2005) kualitas pendidikan adalah pendidikan yang mampu menciptakan serta mewujudkan lulusan yang memiliki kemampuan/kapasitas/keahlian, baik dalam bidang akademik maupun kejuruan berdasarkan kompetensi personal dan sosial dan nilai-nilai akhlak mulia yang keseluruhannya merupakan kecakapan hidup (life skill).

Dari dasar pengertian di atas maka secara garis besar kualitas pendidikan yang dimiliki masyarakat memiliki dampak yang signifikan terhadap ketenagakerjaan. Jika mereka memiliki kualitas pendidikan yang tinggi maka mereka akan mampu bersaing demi mendapatkan pekerjaan yang layak dan tepat. Inilah tujuan dari Negara atas pemberian kebijakan dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakatnya. Sehingga juga mampu mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Indonesia.

 

2.2   Meningkatkan Kualitas Pendidikan Untuk Menyiapkan Penduduk yang Berkualitas

Pendidikan merupakan rangkaian proses belajar yang harus dilalui oleh setiap orang untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Hasil yang nantinya dicapai adalah terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan sesuai dengan tuntutan pembangunan.

Pendidikan memegang peranan penting dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan terpercaya. Rendahnya kualitas pendidikan menjadi akar dari krisisnya Sumber Daya Manusia (SDM). Di era globalisasi yang semakin maju seperti sekarang ini kita turut berpengaruh dan berdampak pada pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, sudah sepantasnya apabila lapangan pekerjaan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang benar-benar kompeten dan bertalenta agar dapat menciptakan sinergi.

Pendidikan memiliki fungsi untuk membina kepribadian, mengembangkan kemampuan dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan yang ditujukan pada peserta didik untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Di mana dirinya memiliki soft skill dan hard skill yang baik sesuai dengan apa yang diharapkan oleh lapangan pekerjaan.

Indonesia diharapkan memiliki potensi dalam mengembangkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai untuk dapat dikembangkan dan di lain pihak dihadapkan dengan berbagai kendala khususnya di bidang ketenagakerjaan, seperti perkembangan jumlah angkatan kerja yang pesat namun tidak diikuti tersedianya lapangan pekerjaan yang cukup. Kendala lain yang merupakan kendala pokok di bidang ketenagakerjaan yaitu, penawaran tenaga kerja yang tidak sesuai dengan kebutuhan atau kualifikasi yang dituntut oleh pasar tenaga kerja, meskipun permintaan sangat tinggi, sehingga timbul angka pengangguran yang tinggi. Sejalan dengan pembangunan ekonomi Nasional, maka adanya kesenjangan antara pertumbuhan jumlah angkatan kerja dan kemauan berbagai sektor perekonomian dalam menyerap tenaga kerja menjadi kesempatan kerja masih menjadi masalah utama dalam bidang perekonomian (Kuncoro, 2004).

Pendidikan tidak hanya membekali dengan materi pelajaran dan skill saja, tetapi juga menanamkan nilai-nilai dan etika yang juga tidak kalah berperan penting untuk diterapkan dalam dunia kerja. Dengan demikian, terjadinya pertumbuhan ekonomi tidak hanya didukung oleh modal yang besar saja, tetapi juga Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Sehingga akan mengarahkan pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik.

Dua hal penting menyangkut kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, yaitu :

1.  Adanya ketimpangan antara jumlah kesempatan kerja dan angkatan kerja. jumlah angkatan kerja Nasional pada krisis ekonomi tahun pertama (1998) sekitar 92,73 juta orang, sementara jumlah kesempatan kerja yang ada hanya sekitar 87,67 juta orang dan ada sekitar 5,06 juta orang penganggur terbuka (open nemployment). Angka ini meningkat terus selama krisis ekonomi yang kini berjumlah sekitar 8 juta.

2.      Tingkat pendidikan angkatan kerja yang ada masih relatif rendah. Struktur pendidikan angkatan kerja Indonesia masih didominasi pendidikan dasar yaitu sekitar 63,2 %. Kedua masalah tersebut menunjukkan bahwa ada kelangkaan kesempatan kerja dan rendahnya kualitas angkatan kerja secara nasional di berbagai sektor ekonomi.

3.  Lesunya dunia usaha akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini mengakibatkan rendahnya kesempatan kerja terutama bagi lulusan perguruan tinggi. Sementara di sisi lain jumlah angkatan kerja lulusan perguruan tinggi terus meningkat. Sampai dengan tahun 2000 ada sekitar 2,3 juta angkatan kerja lulusan perguruan tinggi. Kesempatan kerja yang terbatas bagi lulusan perguruan tinggi ini menimbulkan dampak semakin banyak angka pengangguran sarjana di Indonesia.

Pendidikan masih menjadi cara utama untuk mempersiapkan generasi emas. Dalam hal ini, pendidikan untuk semua (education for all) merupakan tugas yang harus diselesaikan. Bukan hanya sekadar pemerataan, tetapi juga peningkatan kualitas. Upaya tersebut yaitu seperti melakukan gerakan pendidikan anak usia dini serta penuntasan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar. Di samping itu perluasan akses ke perguruan tinggi juga disiapkan melalui pendirian perguruan tinggi negeri di daerah perbatasan dan memberikan akses secara khusus kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi, tetapi berkemampuan akademik.

Periode saat ini sebagai upaya menyiapkan generasi untuk berpuluh-puluh tahun mendatang. Generasi masa depan harus dipersiapkan sejak sekarang. Pendidikan harus terus berikhtiar membangun generasi bangsa yang cakap secara intelektual, anggun secara moral, dan siap menghadapi tantangan zamannya.

 

2.3   Tingkat Sumber Daya Manusia (SDM) Yang Tinggi Adalah Kunci Untuk Mengembangkan Tenaga Kerja Yang Berkualitas

Tenaga kerja yang yang memiliki keterampilan dan produktivitas tinggi menjadi salah satu kunci penggerak sektor industri potensial untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan tenaga kerja terampil erat kaitannya dengan dunia pendidikan dan pelatihan, dimana Balai Latihan Kerja (BLK) atau BPVP berperan penting dalam pelaksanaannya. Pendidikan dengan kualitas tinggi dapat menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang progresif dan produktif, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup.

Keterampilan adalah suatu kemampuan atau kecakapan untuk melakukan sesuatu. Keterampilan juga dapat diartikan sebagai suatu kecakapan untuk melakukan tugas yang sesuai dengan kemampuannya. Setiap orang pasti memiliki keterampilan kerja yang berbeda-beda, namun semua orang pasti bisa melatih keterampilan kerja apa saja yang ingin ia miliki atau kuasai.

Kualitas kerja mengacu pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) (Matutina,2001:205), kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) mengacu pada :

1.   Pengetahuan (Knowledge), kemampuan karyawan yang lebih berorientasi pada nilai kecerdasan pada daya fikirnya serta penguasaan ilmu yang luas.

2.   Keterampilan (Skill), keahlian dan penguasaan teknis operasional di bidang tertentu yang dimiliki oleh karyawan.

3.   Abilities, kemampuan yang terbentuk dari sejumlah kompetensi karyawan termasuk loyalitas, kedisiplinan, kerjasama dan tanggung jawab.

Setiap perusahaan membutuhkan orang-orang dengan keterampilan kerja yang profesional sesuai dengan kebutuhan di perusahaannya tersebut. Apalagi dalam persaingan yang semakin ketat.


2.4   Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Dunia Kerja

Suatu yang wajar jika pendidikan itu harus di mulai dengan tujuan, yang di asumsikan sebagai nilai. Peranan pendidikan juga sangat berpengaruh terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) didalam dunia kerja, yang meliputi :

a. Pendidikanlah yang berperan membangun manusia yang akan melaksanakan transformasi sosial ekonomi yang sesuai dengan tujuan bangsa agar tumbuh dan berkembang atas kekuatan sendiri menuju masyarakat yang adil dan makmur, sebab pembangunan memerlukan keterampilan - keterampilan untuk menguasai teknologi yang maju.

b.  Pendidikan besar sekali peranan nya dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu membina manusia menjadi tenaga yang produktif.

c.   Dengan perantara pendidiklah dapat di laksanakan perubahan sosial budaya, yaitu perkembangan ilmu pengetahuan, penyesuaian sikap yang mendukung pembangunan, penguasaan berbagai keterampilan dalam penggunaan berbagai teknologi maju untuk mempercepat proses pembangunan.

d.    Pendidikan yang berperan untuk memberikan perawatan yang baik terhadap tenaga kerja yang mengisi pembangunan mengenai kesahatannya, peningkatan kemampuannya, disiplin kerja, pengetahuan dan keterampilan-keterampilannya yang di perlukan latihan.

 


 

BAB III
PENUTUP

 

3.1   Kesimpulan

Indonesia dengan keunggulan dapat tercapai jika kita sungguh-sungguh dalam menyiapkan dan bersinergi dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM),  agar dapat bergerak maju dalam memenangkan persaingan dan diakui oleh  Negara-Negara maju didunia.

Pendidikan dianggap sebagai sarana untuk mendapatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Karena, pendidikan dianggap mampu untuk menghasilkan tenaga kerja yang bermutu tinggi, mempunyai pola pikir dan cara bertindak yang modern. Sumber Daya Manusia (SDM) seperti inilah yang diharapkan mampu menggerakkan roda pembangunan ke depan.

Tenaga kerja dengan Sumber Daya Manusia (SDM)nya bisa memberikan sumbangan yang sangat berarti dalam proses pembangunan. Semakin tingginya angkatan kerja tentu memerlukan lapangan pekerjaan yang layak, namun pada kenyataannya lapangan pekerjaan tidak selalu tersedia. Semakin banyaknya penduduk, meningkatnya jumlah angkatan kerja, turut andilnya perempuan dalam dunia kerja menjadikan kesempatan kerja dan persaingan semakin ketat. Sumber daya yang baik, keterampilan yang bagus menjadi modal utama bagi angkatan kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, sedangkan orang yang tidak mampu bersaing dalam dunia kerja akan tersingkir dan menjadi pengangguran. Hal ini merupakan problem yang harus diselesaikan agar terwujudnya pemeretaan kesejahteraan dan tercapainya cita-cita pembangunan.

 

3.2   Rekomendasi

Pemerintah harus terus berupaya mewujudkan penduduk dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tinggi melalui peningkatan kualitas pendidikan, sehingga mampu berdaya saing dan tidak menjadi Negara yang tertinggal. Pembangunan pendidikan harus terus diratakan hingga ke pelosok-pelosok daerah yang jauh dengan kota.

Dan juga pemerintah sebaiknya meningkatkan produktifitas tenaga kerja di berbagai sektor dengan memberikan latihan keterampilan bagi tenaga kerja serta memperluas kesempatan kerja sehingga output meningkat dengan cara meningkatkan alokasi anggaran untuk pendidikan dan pada akhirnya dapat memacu pertumbuhan ekonomi. 

 

3.3 Daftar Pustaka

Tirtosudarmo, Riwanto. 1994. Dinamika Pendidikan dan Ketenagakerjaan Pemuda di Perkotaan Indonesia.

Jakarta. PT Grasindo.

Atthor Putra Atthor Putra. 2019. Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Dunia Kerja, Jakarta.

Kompasiana.com 7 Juli 2019.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGELOLAAN DANA DESA DI KOTA SIDOARJO       DOSEN PENGAMPU : HENDRA SUKMANA, S.AP., M.KP.   DISUSUN OLEH : ANGGI APRILIAN C. PUTRI (2020...