PENGARUH
KEBIJAKAN PENDUDUK DI INDONESIA
TERHADAP KETENAGAKERJAAN
HENDRA
SUKMANA, S.AP., M.KP.
DISUSUN
OLEH :
ANGGI
APRILIAN C. PUTRI (202020100060)
PROGRAM STUDI S-1 ADMINISTRASI PUBLIK
FAKULTAS BISNIS, HUKUM DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Indonesia terus mengambil beberapa
kebijakan untuk mengatasi pertumbuhan penduduk yang meningkat dari tahun ke tahun.
Salah satunya dengan meningkatkan kualitas pendidikan.
Semakin tinggi tingkat kualitas Pendidikan yang dimiliki penduduk disuatu Negara,
maka kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) semakin baik pula. Pendidikan memainkan
peran penting dalam memastikan Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki keterampilan
dan pengetahuan untuk mendapat pekerjaan yang layak dan tepat. Hal ini tentunya
akan membantu memutus lingkaran kemiskinan dan menekan angka pengangguran di
Indonesia.
Peningkatan
kualitas pendidikan akan membangun kesadaran banyak penduduk, bahwa laju
pertumbuhan penduduk yang terus menerus dibiarkan meningkat akan berdampak
negatif bagi penduduk dan lingkungan masyarakat itu sendiri. Peningkatan mutu pendidikan
perlu segera dilakukan dengan memperbanyak jumlah sekolah dan guru yang berkualitas
agar siswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang maksimal.
Pemerintah memainkan peran kunci dalam memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kualitas tinggi agar ketenagakerjaan di Indonesia lebih maju dan kompetitif. Namun tidak hanya pemerintah tetapi juga tenaga kerja itu sendiri harus menyadari akan pentingnya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan selalu berusaha agar lebih unggul.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka
dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana
upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan untuk menyiapkan penduduk yang
berkualitas?
2. Mengapa tingkat Sumber Daya
Manusia (SDM) yang tinggi adalah kunci untuk mengembangkan tenaga kerja yang berkualitas?
3.
Bagaimana
pengaruh
tingkat pendidikan terhadap dunia kerja?
1.3
Tujuan
1. Mengetahui
serta memahami upaya dalam peningkatan kualitas pendidikan untuk menyiapkan
penduduk yang berkualitas.
2. Mengetahui serta memahami alasan
mengapa tingkat Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi kunci untuk
mengembangkan tenaga kerja yang berkualitas.
3.
Mengetahui
serta memahami pengaruh tingkat pendidikan terhadap dunia kerja.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Landasan
Teori
1.
Kebijakan Penduduk :
a. H.T. Eldrige dalam Agus
Dwiyanto (1995), kebijakan kependudukan merupakan keputusan legislatif, program
administrasi dan berbagai usaha pemerintah lainnya
yang dimaksudkan untuk merobah kecenderungan penduduk yang ada
demi kepentingan kehidupan dan kesejahteraan Nasional.
2.
Ketenagakerjaan :
a. Ritonga dan Yoga Firdaus, ketenagakerjaan
adalah penduduk yang berada pada rentang usia kerja yang siap melaksanakan
pekerjaan, antara lain mereka yang telah bekerja, mereka yang sedang mencari
kerja, mereka yang sedang menempuh pendidikan (sekolah), dan juga mereka yang
sedang mengurus rumah tangga.
3.
Kualitas
Pendidikan :
a. Hari Sudrajad (2005) kualitas
pendidikan adalah pendidikan yang mampu menciptakan serta mewujudkan lulusan
yang memiliki kemampuan/kapasitas/keahlian, baik dalam bidang akademik maupun kejuruan
berdasarkan kompetensi personal dan sosial dan nilai-nilai akhlak mulia yang
keseluruhannya merupakan kecakapan hidup (life skill).
Dari dasar pengertian di atas maka secara
garis besar kualitas pendidikan yang dimiliki masyarakat memiliki dampak yang
signifikan terhadap ketenagakerjaan. Jika mereka memiliki kualitas pendidikan
yang tinggi maka mereka akan mampu bersaing demi mendapatkan pekerjaan yang
layak dan tepat. Inilah tujuan dari Negara atas pemberian kebijakan dalam
meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakatnya. Sehingga juga mampu mengurangi
kemiskinan dan pengangguran di Indonesia.
2.2 Meningkatkan Kualitas Pendidikan Untuk
Menyiapkan Penduduk yang Berkualitas
Pendidikan
merupakan rangkaian proses belajar yang harus dilalui oleh setiap orang untuk
mencapai kehidupan yang lebih baik. Hasil yang nantinya dicapai adalah
terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan sesuai dengan tuntutan
pembangunan.
Pendidikan
memegang peranan penting dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal
dan terpercaya. Rendahnya kualitas pendidikan menjadi akar dari krisisnya Sumber
Daya Manusia (SDM). Di era globalisasi yang semakin maju seperti sekarang ini kita
turut berpengaruh dan berdampak pada pembangunan ekonomi. Oleh karena itu,
sudah sepantasnya apabila lapangan pekerjaan membutuhkan Sumber Daya Manusia
(SDM) yang benar-benar kompeten dan bertalenta agar dapat menciptakan sinergi.
Pendidikan memiliki
fungsi untuk membina kepribadian, mengembangkan kemampuan dan meningkatkan
pengetahuan serta
keterampilan yang ditujukan pada peserta didik untuk diaplikasikan
dalam kehidupan. Di mana dirinya memiliki soft skill dan hard
skill yang baik sesuai dengan apa yang diharapkan oleh lapangan pekerjaan.
Indonesia
diharapkan memiliki potensi dalam mengembangkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM)
yang memadai untuk dapat dikembangkan dan di lain pihak dihadapkan dengan
berbagai kendala khususnya di bidang ketenagakerjaan, seperti perkembangan
jumlah angkatan kerja yang pesat namun tidak diikuti tersedianya lapangan
pekerjaan yang cukup. Kendala lain yang merupakan kendala pokok di bidang
ketenagakerjaan yaitu, penawaran tenaga kerja yang tidak sesuai dengan
kebutuhan atau kualifikasi yang dituntut oleh pasar tenaga kerja, meskipun
permintaan sangat tinggi, sehingga timbul angka pengangguran yang tinggi.
Sejalan dengan pembangunan ekonomi Nasional, maka adanya kesenjangan antara
pertumbuhan jumlah angkatan kerja dan kemauan berbagai sektor perekonomian
dalam menyerap tenaga kerja menjadi kesempatan kerja masih menjadi masalah
utama dalam bidang perekonomian (Kuncoro, 2004).
Pendidikan
tidak hanya membekali dengan materi pelajaran dan skill saja, tetapi juga
menanamkan nilai-nilai dan etika yang juga tidak kalah berperan penting untuk
diterapkan dalam dunia kerja. Dengan demikian, terjadinya pertumbuhan ekonomi
tidak hanya didukung oleh modal yang besar saja, tetapi juga Sumber Daya
Manusia (SDM) yang berkualitas. Sehingga akan mengarahkan pertumbuhan ekonomi
menjadi lebih baik.
Dua hal
penting menyangkut kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, yaitu :
1. Adanya ketimpangan antara jumlah
kesempatan kerja dan angkatan kerja. jumlah angkatan kerja Nasional pada krisis
ekonomi tahun pertama (1998) sekitar 92,73 juta orang, sementara jumlah kesempatan
kerja yang ada hanya sekitar 87,67 juta orang dan ada sekitar 5,06 juta orang
penganggur terbuka (open nemployment). Angka ini meningkat terus selama krisis
ekonomi yang kini berjumlah sekitar 8 juta.
2.
Tingkat pendidikan angkatan kerja
yang ada masih relatif rendah. Struktur pendidikan angkatan kerja Indonesia
masih didominasi pendidikan dasar yaitu sekitar 63,2 %. Kedua masalah tersebut
menunjukkan bahwa ada kelangkaan kesempatan kerja dan rendahnya kualitas
angkatan kerja secara nasional di berbagai sektor ekonomi.
3. Lesunya dunia usaha akibat krisis
ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini mengakibatkan rendahnya kesempatan
kerja terutama bagi lulusan perguruan tinggi. Sementara di sisi lain jumlah
angkatan kerja lulusan perguruan tinggi terus meningkat. Sampai dengan tahun
2000 ada sekitar 2,3 juta angkatan kerja lulusan perguruan tinggi. Kesempatan
kerja yang terbatas bagi lulusan perguruan tinggi ini menimbulkan dampak
semakin banyak angka pengangguran sarjana di Indonesia.
Pendidikan masih menjadi cara utama untuk mempersiapkan
generasi emas. Dalam hal ini, pendidikan untuk semua (education for all) merupakan
tugas yang harus diselesaikan. Bukan hanya sekadar pemerataan, tetapi juga
peningkatan kualitas. Upaya tersebut yaitu seperti melakukan gerakan pendidikan
anak usia dini serta penuntasan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar. Di
samping itu perluasan akses ke perguruan tinggi juga disiapkan melalui
pendirian perguruan tinggi negeri di daerah perbatasan dan memberikan akses secara
khusus kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi, tetapi
berkemampuan akademik.
Periode saat ini sebagai upaya menyiapkan
generasi untuk berpuluh-puluh tahun mendatang. Generasi masa depan harus
dipersiapkan sejak sekarang. Pendidikan harus terus berikhtiar membangun
generasi bangsa yang cakap secara intelektual, anggun secara moral, dan siap
menghadapi tantangan zamannya.
2.3 Tingkat Sumber Daya Manusia (SDM) Yang
Tinggi Adalah Kunci Untuk Mengembangkan Tenaga Kerja Yang Berkualitas
Tenaga
kerja yang yang memiliki keterampilan dan produktivitas tinggi menjadi salah
satu kunci penggerak sektor industri potensial untuk menghasilkan pertumbuhan
ekonomi yang berkualitas. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul
dan tenaga kerja terampil erat kaitannya dengan dunia pendidikan dan pelatihan,
dimana Balai Latihan Kerja (BLK) atau BPVP berperan penting dalam
pelaksanaannya. Pendidikan dengan kualitas tinggi dapat menghasilkan Sumber
Daya Manusia (SDM) yang progresif dan produktif, sehingga dapat meningkatkan
taraf hidup.
Keterampilan
adalah suatu kemampuan atau kecakapan untuk melakukan sesuatu. Keterampilan
juga dapat diartikan sebagai suatu kecakapan untuk melakukan tugas yang sesuai
dengan kemampuannya. Setiap orang pasti memiliki keterampilan kerja yang
berbeda-beda, namun semua orang pasti bisa melatih keterampilan kerja apa saja
yang ingin ia miliki atau kuasai.
Kualitas
kerja mengacu pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) (Matutina,2001:205),
kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) mengacu pada :
1. Pengetahuan (Knowledge), kemampuan
karyawan yang lebih berorientasi pada nilai kecerdasan pada daya fikirnya serta
penguasaan ilmu yang luas.
2. Keterampilan (Skill), keahlian
dan penguasaan teknis operasional di bidang tertentu yang dimiliki oleh karyawan.
3. Abilities, kemampuan yang
terbentuk dari sejumlah kompetensi karyawan termasuk loyalitas, kedisiplinan,
kerjasama dan tanggung jawab.
Setiap perusahaan membutuhkan orang-orang dengan
keterampilan kerja yang profesional sesuai dengan kebutuhan di perusahaannya
tersebut. Apalagi dalam persaingan yang semakin ketat.
2.4 Pengaruh Tingkat
Pendidikan terhadap Dunia Kerja
Suatu yang wajar jika pendidikan itu harus di mulai dengan
tujuan, yang di asumsikan sebagai nilai. Peranan pendidikan juga sangat
berpengaruh terhadap Sumber
Daya Manusia (SDM) didalam dunia kerja, yang meliputi :
a. Pendidikanlah yang berperan membangun manusia yang akan
melaksanakan transformasi sosial ekonomi yang sesuai dengan tujuan bangsa agar
tumbuh dan berkembang atas kekuatan sendiri menuju masyarakat yang adil dan
makmur, sebab pembangunan memerlukan keterampilan - keterampilan untuk menguasai
teknologi yang maju.
b. Pendidikan besar sekali peranan nya dalam pembangunan Sumber Daya Manusia
(SDM),
yaitu membina manusia menjadi tenaga yang produktif.
c. Dengan perantara pendidiklah dapat di laksanakan
perubahan sosial budaya, yaitu perkembangan ilmu pengetahuan, penyesuaian sikap
yang mendukung pembangunan, penguasaan berbagai keterampilan dalam penggunaan
berbagai teknologi maju untuk mempercepat proses pembangunan.
d. Pendidikan yang berperan untuk memberikan perawatan yang
baik terhadap tenaga kerja yang mengisi pembangunan mengenai kesahatannya,
peningkatan kemampuannya, disiplin kerja, pengetahuan dan
keterampilan-keterampilannya yang di perlukan latihan.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Indonesia
dengan keunggulan dapat tercapai jika kita sungguh-sungguh dalam menyiapkan dan
bersinergi dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), agar dapat
bergerak maju dalam memenangkan persaingan dan diakui oleh Negara-Negara
maju didunia.
Pendidikan
dianggap sebagai sarana untuk mendapatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang
berkualitas. Karena, pendidikan dianggap mampu untuk menghasilkan tenaga kerja
yang bermutu tinggi, mempunyai pola pikir dan cara bertindak yang modern. Sumber
Daya Manusia (SDM) seperti inilah yang diharapkan mampu menggerakkan roda
pembangunan ke depan.
Tenaga kerja dengan Sumber Daya Manusia
(SDM)nya bisa memberikan sumbangan yang sangat berarti dalam proses
pembangunan. Semakin tingginya angkatan kerja tentu memerlukan lapangan
pekerjaan yang layak, namun pada kenyataannya lapangan pekerjaan tidak selalu
tersedia. Semakin banyaknya penduduk, meningkatnya jumlah angkatan kerja, turut
andilnya perempuan dalam dunia kerja menjadikan kesempatan kerja dan persaingan
semakin ketat. Sumber daya yang baik, keterampilan yang bagus menjadi modal
utama bagi angkatan kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, sedangkan
orang yang tidak mampu bersaing dalam dunia kerja akan tersingkir dan menjadi
pengangguran. Hal ini merupakan problem yang harus diselesaikan agar terwujudnya
pemeretaan kesejahteraan dan tercapainya cita-cita pembangunan.
3.2 Rekomendasi
Pemerintah harus terus berupaya
mewujudkan penduduk dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tinggi melalui
peningkatan kualitas pendidikan, sehingga mampu berdaya saing dan tidak menjadi
Negara yang tertinggal. Pembangunan pendidikan harus terus diratakan hingga ke
pelosok-pelosok daerah yang jauh dengan kota.
Dan juga pemerintah sebaiknya
meningkatkan produktifitas tenaga kerja di berbagai sektor dengan memberikan
latihan keterampilan bagi tenaga kerja serta memperluas kesempatan kerja
sehingga output meningkat dengan cara meningkatkan alokasi anggaran untuk
pendidikan dan pada akhirnya dapat memacu pertumbuhan ekonomi.
3.3 Daftar Pustaka
Tirtosudarmo,
Riwanto. 1994. Dinamika Pendidikan dan Ketenagakerjaan Pemuda di Perkotaan
Indonesia.
Jakarta. PT Grasindo.
Atthor Putra Atthor
Putra. 2019. Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Dunia Kerja, Jakarta.
Kompasiana.com 7 Juli 2019.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar